KENAIKAN HARGA KEDELAI MENGANCAM PANGAN

Kata pengantar:

Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat ALLAH  SWT , karena dengan rahmat dan karunia – nya lah saya masih bisa di beri kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini . tidak lupa saya juga berterima kasih kepada dosen pembimbing dan teman teman  yang sudah memberikan dukungan nya untuk menyelesaikan makalah ini

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu penulis angat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga sengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-teman. Amin…

Abstraksi:

Dalam makalah ini menjelaskan bahwa kenaikan harga kedelai sangat berpengaruh besar tehadap ketahanan pangan Negara  republik Indonesia juga berpengaruh terhadap harga-harga bahan pokok lainnya dan bertujuan untuk memberi gambaran dampak ketergantungan impor kedelai terhadap ketahanan pangan nasional ,kedelai adalah pangan penting dan stategis serta harga yang terus naik  kedelai juga belum mencukupi kebutuhan masyarakat ,harga kedelai pada tahun 2008 naik dua kali lipat harga normal hal ini karna berkurang nya pasokan kedelai di pasar internasional ,dari pengalaman tersebut indonesia harus memacu produksi kedelai dalam negeri ke arah swasembada tahun 1992  ,memang indonesia pernah mengalami kenaikan 1,87 juta ton walaupun pada periode berikut nya menurun ,untuk menaikan kembali harga kedelai d pasaran pemerintah harus memberi modal kepada petani kacang kedelai dan memantau harga pasar kedelai dalam dan luar negeri secara merata …

Pembahasan  :

Harga sejumlah komoditas pangan yang diimpor naik di sejumlah daerah di Tanah Air. Kenaikan mencolok, misalnya, terjadi pada komoditas kedelai yang naik sejak bulan Desember 2010 dan dampak nya kini terjadi pada tahun 2011, yakni dari Rp 5.800 per kilogram menjadi Rp 6.200 per kilogram.
Naiknya harga kedelai disikapi beragam oleh sejumlah perajin berbahan baku kedelai di Malang, Jawa Timur. Perajin tempe mengurangi ukuran, sementara perajin keripik tempe rela mengurangi margin keuntungan karena tidak bisa menaikkan harga .

Pemerintah dituding tak serius merealisasikan swasembada kedelai di tahun 2014. Hingga saat ini, program yang terkait dengan upaya peningkatan produksi kedelai terkesan tak konkret, sementara setiap tahun Indonesia harus terus impor kedelai dalam jumlah besar.

“Saat harga kedelai naik seperti sekarang ini pemerintah baru berwacana meningkatkan produksi, padahal pemerintah berjanji swasembada kedelai di 2014,” kata Ketua Umum Dewan Kedelai Nasional Benny A. Kusbini

Benny menuturkan dengan kebutuhan kedelai setiap tahunnya 2,4 juta ton sementara produksi kedelai lokal hanya 900.000 ton, sudah dipastikan ketergantungan impor kedelai tak bisa dihindari. Sementara disaat yang bersamaan harga kedelai dunia terus mengamuk mengikuti permintaan pasar.

“Pemerintah harus serius menangani kedelai, ini bukan hanya tugasnya kementerian pertanian, tapi pekerjaan umum, departemen keuangan, perhubungan, harus komprehensif,” katanya.

Ia mengatakan yang terjadi seperti sekarang ini selain produktivitas kedelai lokal rendah, para petani kedelai pun tak semangat menanam kedelai karena tak ada perlindungan dalam perdagangan di dalam negeri. Sementara tawaran impor begitu menggiurkan karena semahal-mahalnya harga kedelai impor, sulit disaingi oleh harga kedelai lokal.

“Bagaimana mau bersaing dengan produktivitas rendah, untuk kedelai itu minimal 2 ton per hektar,” katanya.

Saat ini, lanjut Benny, produktivitas kedelai lokal hanya 800 kg-1,2 ton per hektar. Sementara negara-negara penghasil kedelai seperti Kanada telah mencapai 2,8 ton per hektar, Brazil 2,6 ton per hektar dan lain-lain.

Jika pemerintah serius, lanjut Benny, maka masalah kedelai harus segera diatasi. Selain meningkatkan produksi, lahan kedelai pun harus dipastikan dan harus ada penambahan 200.000 hektar per tahun. Selain itu, sekarang belum terlihat terhadap langkah pembinaan kepada petani kedelai seperti skim kredit, subsidi, infrastruktur dan lain-lain.

“Saya melihat pemerintah tak serius, sudah seperti pemadam kebakaran saja,” katanya.

Untuk tahap awal, seharusnya pemerintah bisa memberikan subsidi harga kepada para petani agar harga kedelai lokal bisa bersaing dengan kedelai impor yang sudah sangat kompetitif. Harga kedelai lokal idealnya yang bisa membuat petani bersemangat menanam diangka Rp 7.000-8.000 per kg. dan satu kasus berupa kenaikan harga kedelai

Melonjaknya harga kedelai dalam beberapa hari terakhir di Bali mengakibatkan produksi tahu menurun karena harga bahan baku yang tak terjangkau. Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada kedelai lokal, namun kedelai impor pun turut naik.

Kedelai lokal dari Rp 4.000 kini naik menjadi Rp 6.300, sedangkan kedelai impor dari Rp 5.000 kini mencapai Rp 6.500 per kilogram.

Salah satu rumah industri tahu milik Tahir Ali di kawasan Peguyangan Kangin, Denpasar, pun terkena dampak kenaikan harga kedelai ini. Mereka terpaksa mengurangi produksi per hari untuk menghindari kerugian. Jika sebelumnya rumah industri Ali mengolah 3 kuintal kedelai per hari kini dikurangi menjadi 2 kuintal.

“Naik jadi Rp 6.500. Ya, kalau kemarin saya bisa bikin 3 kuintal sekarang cuma 2 kuintal dan hanya jadi 80 cetakan sebelumnya 90 lebih,” kata Tahir Ali saat ditemui di tempat usahanya

Tidak hanya harga yang naik, namun stok untuk kedelai lokal di pasaran pun mulai langka sehingga mau tidak mau ia harus beralih ke kedelai impor. “Saya biasanya pakai kedelai lokal karena kualitasnya lebih bagus, tapi sekarang udah sulit nyarinya,” kata Tahir.

Meski harga bahan baku melambung tinggi, namun ia tak berani menaikkan harga tahunya karena takut kehilangan pelanggan. Untuk mengantisipasi kerugian yang lebih besar, ia memperkecil ukuran tahu yang ia jual dan para pelanggannya pun tidak terlalu mempermasalahkan hal ini.

Sebagai pengusaha kecil, Tahir berharap pemerintah segera turun tangan untuk mengendalikan harga kedelai sebelum usahanya terpuruk lebih jauh lagi.

Penutup :
Kesimpulan : dengan membaca artikel diatas kita tahu bahwa masyarakat indonesia sangat membutuhkan kedelai apa lagi dengan naik nya harga kedelai membuat para produsen tahu dan tempe menjadi ketar ketir hal ini harus nya bisa di tangani pemerintah apa bila harga kedelai internasional naik ,kita bisa menanam kedelai di indonesia dengan memberikan modal kepada para petani kedelia lalu memantau pasar kedelai di nasional dan internasional ,lalu memberikan pelatihan khusus kepda petani kedelai untuk bisa memproduksi kedelai lebih banyak ..

Daftar pustaka :

kompas.com/read/2011/02/08/14405714/Harga.Kedelai.Naik..Produksi.Tahu.Anjlok

Tentang genryusai

berusaha dah terus berusaha...
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s